Minggu, 20 Agustus 2017

Lukisan Dari Biji-bijian

Pasangan Kelinci di Senja Hari

Lama sekali tidak posting di blog ya. Singkat cerita, sekarang saya sudah menikah dan punya anak 2, laki-laki semua dan sudah kelas 2 dan 1 SD. Di sekolah mereka diberi pekerjaan rumah yang sering merepotkan orang tuanya .

Nah, kali ini saya ingin posting salah satu pekerjaan rumah anak saya yang sudah kelas dua SD. PRnya, dia disuruh membuat lukisan yang terbuat dari biji-bijian. Sebelumnya agak bingung juga mau bikin lukisan apa. Setelah browsing, saya dan istri memutuskan untuk membuat lukisan dari biji-bijian berbentuk kelinci.

Ya, hasil akhirnya seperti yang sudah teman-teman lihat di atas. Kurang rapi sih, tapi perjuangan untuk membuatnya cukup repot.
Bagi teman-teman yang anaknya ada pekerjaan rumah serupa, boleh kok dijadikan inspirasi.

Berikut bahan dan cara pembuatannya.

Bahan:
- Beras putih
- Ketumbar
- Kacang hijau
- Kertas karton berwarna cokelat
- Lem (merek Rajawali)
- Kuas
- Pewarna makanan

Cara membuat:
- Ambil beras secukupnya, dibagi menjadi tiga bagian, bagian pertama diberi pewarna makanan berwarna merah, bagian kedua berwarna kuning, bagian ketiga tidak usah diberi pewarna.
- Jemur beras yang sudah diberi pewarna di bawah matahari yang terik.
- Siapkan kertas karton, potong sesuai kebutuhan.
- Angkat beras yang diberi pewarna jika sudah benar-benar kering.
- Siapkan semua bahan di atas.
- Buatlah gambar sesuai keinginan kalian.
- Menggunakan kuas, oleskan lem secara merata di atas gambar.
- Susun biji-bijian sesuai gambar yang diinginkan, tekan pelan-pelan supaya melekat sempurna.
- Selesai.

Mudah kan? Hanya saja memerlukan ketelatenan dan kesabaran yang lebih daripada yang kalian bayangkan. 

Tips:
- Biji-bijian yang digunakan boleh menggunakan biji yang lain seperti biji semangka, biji jambu biji, biji tomat ataupun yang lain yang memiliki struktur yang kecil.
- Oleskan lem dengan jumlah cukup banyak di atas kertas supaya biji dapat melekat sempurna. Tidak usah takut dengan warna putih dari lem karena warna putih tersebut bisa hilang dengan sendirinya jika sudah kering.
- Sabar... 

Sabtu, 29 Juli 2017

Tugu Pahlawan Surabaya

Monumen Kepahlawanan Arek-arek Suroboyo

sumber foto: http://surabaya.panduanwisata.id
Tugu Pahlawan kini telah menjadi ikon kota Surabaya. Dibangun mulai tanggal 10 November 1951, tugu Pahlawan akhirnya diresmikan setahun kemudian, 10 November 1952 oleh presiden Soekarno yang disaksikan gubernur Jawa Timur Samadikun, walikota Surabaya Dul Arnowo dan segenap masyarakat Surabaya. Tugu ini terletak di jalan Pahlawan, kelurahan Alun-alun Contong, kecamatan Bubutan, sangat strategis karena berada di tengah kota Surabaya yang ramai.

Tugu ini berbentuk lingga atau paku terbalik dan memiliki 10 lekukan dengan 11 ruas serta memiliki tinggi 45 yard atau 41,15 meter. Dengan bentuknya yang seperti itu, Tugu Pahlawan Surabaya jelas dibangun untuk mengenang peristiwa pertempuran 10 November 1945 yang terjadi di Surabaya. Perisitiwa tersebut ialah perjuangan segenap bangsa Indonesia, terutama arek-arek Suroboyo dan sekitarnya untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia yang akan direbut kembali oleh tentara Inggris dan Belanda. Dengan banyaknya korban jiwa atas peristiwa tersebut, tanggal 10 November pun ditetapkan sebagai hari Pahlawan.


Di kawasan tugu Pahlawan juga terdapat patung Soekarno-Hatta yang sedang membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan. Selain itu, terdapat juga makam pahlawan tanpa nama yang dikebumikan di area tersebut. Sebagai edukasi kepada pengunjung, terdapat juga museum 10 November yang berisikan dokumentasi berupa teks, foto, senjata maupun benda-benda lain yang berkaitan dengan perjuangan masyarakat Surabaya pada saat itu. Menariknya lagi, ada diorama yang dilengkapi dengan rekaman pidato bung Tomo yang memberikan semangat berlipat kepada masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk berjuang melawan penjajah.

Rabu, 23 Juli 2014

Tentang Pilpres Kali Ini

Pada 22 Juli 2014 ini, pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla akhirnya ditetapkan oleh KPU sebagai pemenang pemilihan presiden Republik Indonesia masa bakti 2014-2019. Telah kita ketahui bersama, pasangan nomor urut 2 ini mengalahkan Prabowo - Moh. Hatta dengan angka 70.997.833 (53,15%) berbanding 62.576.444 (46,85%) suara sah. Cukup tipis saya rasa, yang mengindikasikan bahwa kedua pasangan ini memang pantas menjadi pemimpin negara ini. Kedua pasangan ini sama-sama diharapkan mampu membawa bangsa Indonesia menjadi semakin baik. Yah, terlepas dari kekurangan-kekurangan yang ada pada diri mereka tentu saja, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT semata.

Minggu, 02 Desember 2012

Clorot

Clorot sebelum dimakan
Yap. Lagi-lagi tentang makanan. Kali ini saya ingin berbagi cerita mengenai clorot. Clorot? Ya, clorot. Clorot merupakan jajanan pasar khas dari daerah Purworejo. Dibuat dari adonan tepung beras, gula jawa, santan dan lain sebagainya, lalu dibungkus dan kemudian dikukus.


Dulu, pertama kali 'kenal' makanan ini dari seorang teman SMA bernama Iska a.k.a. Jinto yang rumahnya di bagian timur kabupaten Kebumen, hampir berbatasan dengan kabupaten Purworejo.

Minggu, 05 Agustus 2012

Terkenang Mendoan

Entah mengapa di saat puasa seperti ini tiba-tiba teringat akan mendoan. Mendoan yang merupakan makanan khas dari Jawa Tengah bagian barat, seperti Banyumas, Cilacap, Tegal dan sekitarnya termasuk Kebumen, daerah asal saya, rasanya amat gurih dan nikmat. Apalagi jika disajikan hangat bersama cabai rawit hijau maupun sambal kecap. Hmm... Laparrr... #ups.

Tempe mendoan nama lengkapnya, tapi sering disebut mendoan. Merupakan tempe tipis yang digoreng setengah matang menggunakan tepung berbumbu, tepung yang menyelimuti tempe tersebut juga lebih tebal dari pada tempe bertepung lainnya. Itulah definisi dari tempe mendoan di tempat saya. Di daerah Wonosobo, tempe tersebut lebih dikenal dengan tempe kemul. Kemul dalam bahasa Indonesia berarti selimut. Dinamai tempe kemul mungkin karena bentuknya seperti selimut. Nah, di Purwokerto sendiri mendoan lebih luas lagi artinya. Dulu sewaktu main ke sana, menyebut tempe goreng, apapun jenisnya, menggunakan kata mendoan. Dengan kata lain, tempe digoreng sama dengan mendoan. Berbeda kan, dengan di tempat saya?


Sabtu, 04 Agustus 2012

Ber'levitasi'ria di Pantai Bandengan

Yeah, Taekwondo UNS!
Di akhir tahun 2011, saya berkesempatan bermain ke Pantai Bandengan di kabupaten Jepara. Sebenarnya tujuan utama kami di Pantai Bandengan tersebut bukan untuk berwisata, tetapi melakukan survei tempat ke pantai tersebut untuk acara semacam outbond Unit Kegiatan Mahasiswa Taekwondo UNS yang akan dilaksanakan awal tahun 2012. Sambil menyelam minum air, akhirnya kita survei sekalian bermain-main di sana. Sayang kan, kalau dilewatkan? Lagipula, panorama Pantai Bandengan itu sungguh memesona (baca posting sebelum ini).


Rabu, 04 Juli 2012

Asyiknya Berlibur di Pantai Bandengan Jepara



Asyik kan?
Liburan telah tiba! Bagi Anda yang masih bingung dengan destinasi wisata kali ini, tidak salah bila Anda berkunjung ke pantai Bandengan. Pantai Bandengan terletak tidak jauh dari ibu kota kabupaten Jepara. Hanya menempuh waktu sekitar lima belas menit menggunakan kendaraan pribadi dari pusat keramaian kabupaten yang terkenal akan ukiran kayunya ini, kita telah sampai di pantai yang putih nan bersih.

Tiket masuk yang hanya Rp 5.000,00 per orang ini tentunya sangat terjangkau. Apalagi pemandangan yang disuguhkan di pantai ini sangat menawan. Tidak saja pasir pantainya yang putih, birunya air laut dengan ombak yang tidak terlalu besar membuat kita tidak ragu untuk segera menceburkan diri ke dalam air. Wahana yang ada di pantai ini juga sangat beragam. Ada ban pelampung, kano, jetski, hingga banana boat yang akan membuat semakin betah berlama-lama di pantai ini.